Kunjungan Ke Bank Sampah “Kenteng Makmur” Sukoharjo

BISMILLAH, Sampah… apa yang terlintas dalam benak teman-teman jika mendengar kata “Sampah” mungkin kebanyakan orang akan merasa jijik dan menganggap itu suatu yang membuat lingkungan tidak nyaman  bahkan kebanyakan orang tidak memperdulikan sampah itu sendiri. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.

sumber: Tribunnews.com

Sebagian orang menganggap sampah sudah tidak berguna lagi dan harus segera dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun jika sampah dikelola dengan baik, dari sampah tersebut dapat membawa keberkahan bagi para pengelolanya. Seperti yang dilakukan oleh salah satu kelompok Bank Sampah di Desa Kenteng Rt 02 Rw 03 Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo yang diberi nama “Kenteng Makmur”. Kelompok bank sampah “Kenteng Makmur” ini berawal didirikan oleh kepala desa yang bernama Bapak Tri Wahyudi kelompok bank sampah ini sudah berhasil mengelola sampah yang tadinya dianggap sebagai sumber penyakit menjadi sumber passif income bagi masyarakat sekitar. Dari keberhasilan dalam pengelolaan sampah terutama sampah rumah tangga menjadikan kelompok bank sampah ini dikenal hingga sampai tingkat nasional.

Maka dari itu untuk menambah wawasan serta belajar langsung dari ahlinya seluruh mahasiswa Manajemen Dakwah IAIN Surakarta dalam mata kuliah Community Development melakukan kunjungan ke Bank Sampah Kenteng Makmur pada hari Rabu, 27 Nopember 2019. Dalam kunjungan ini mahasiswa didampingi langsung oleh dosen pengajar yaitu Bapak Agus Triatmo.

Bank sampah KENTENG MAKMUR

Dalam kunjungan ini dilaksanakan langsung di sebuah teras rumah milik salah satu warga setempat, kunjungan ini di terima sangat hangat oleh para anggota kelompok beserta warga setempat dengan menyuguhkan minuman Wedang Uwuh serta makanan ringan.

Kunjungan ini diisi langsung oleh kepada desa Ngadirejo Bapak Tri Wahyudi serta ketua kelompok bank sampah Bapak Budi Setyana, S.H serta salah satu anggota bank sampah. Banyak sekali ilmu yang disampaikan beliau kepada para mahasiswa mulai dari perintisan kelompok bank sampah sampai produk output dari pengelolaan sampah rumah tangga.

Dalam sambutanya Bapak Tri Wahyudi yang mana beliau juga baru dilantik sebagai kepala desa saat itu, mengatakan bahwa dalam pendirian kelompok bank sampah ini terinspirasi dari keprihatinan beliau dalam melihat tumpukan sampah yang semakin hari semakin menggunung tanpa terurus, sekaligus beliau membentuk program ini sebagai program kerja dalam masa kepemimpinan beliau. Dengan pengelolaan sampah ini beliau mengharapkan bisa menjadi passif income bagi masyarakat desa sekitar.

Praktek Pemisahan Sampah Berdasarkan Jenisnya

Awal pembentukan kelompok bank sampah ini hanya beranggotakan 10 orang saja tanpa dibayar sepeserpun alias relawan, namun dengan kegigihan para anggotanya membuat bank sampah ini berhasil mengelola sampah dan mengubah sampah menjadi berkah bahkan dalam waktu satu tahun bisa menghasilkan perubahan besar khususnya di desa Kenteng dan hingga saat ini bisa terkenal sampai tingkat nasional dan menjadi kampung percontohan dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga.

Materi dalam pengelolaan sampah disampaikan oleh ketua kelompok bank sampah yaitu Bapak Budi Setyana beliau menjelaskan bahwa tahap pertama atau awal dalam pengelolaan sampah ini adalah dengan membentuk kelompok terlebih dahulu yang mana terdiri dari anggota yang siap terjun langsung tanpa dibayar sepeserpun. Tahap kedua adalah sosialisasi kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran kepada sampah yang bisa menjadi passif income. Tahap ketiga adalah pengelolaan sampah, dalam tahap ini sampah dari rumah tangga di pisahkan berdasarkan jenisnya yaitu dari jenis organik, jenis anorganik, serta jenis kaca atau besi. Tahap keempat adalah dijual ataupun diolah menjadi produk baru seperti tas dari bekas kemasan minuman serbuk, vas bunga, bunga dari plastik dan lain-lainnya. Tahap kelima adalah evaluasi. Selain diolah menjadi barang, sampah-sampah organik juga diolah menjadi pupuk kompos yang cocok untuk tanaman sayuran maupun buah-buahan.

foto bersama anggota kelompok bank sampah Kenteng Makmur

Kelompok bank sampah “Kenteng Makmur” ini juga berkerjasama dengan para pengepul untuk mengambil sampah untuk ditukar menjadi uang. Selain itu juga berkerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Surakarta. Dan berkerjasama dengan pihak lain guna memperluas jaringan.

Harapan kedepan dari kelompok bank sampah “Kenteng Makmur” ini adalah semoga bisa menjadi kampung percontohan dan menjadi salah satu langkah kecil untuk mengurangi jumlah sampah didunia ini, serta menjadikan lingkungan bersih sebagaimana agama Islam sudah mengajarkan kepada umatnya bahwa kebersihan itu adalah sebagian dari Iman. (Sukoharjo, 27 Nopember 2019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *