Pengembangan Desa Wisata Berbasis Nilai Islam Prodi Manajemen Dakwah (MD)

Surakarta, 19 Juli 2019 dosen Manajemen Dakwah (MD) melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kwandungan dengan tema “Pengembangan Desa Wisata Berbasis Nilai Islam” yang dihadiri sebanyak 60 peserta.

Acara PKM ini dimoderatori oleh Sdr. AdeYuliar, MM dengan diawali dialog bahwa  PKM ini diselenggarakan di desa Kwandungan karena desa ini memiliki potensi alam yang layak dikembangkan untuk memunculkan potensi ekonomi dengan dibuatnya konsep Desa Wisata.  Asumsi ini diadaptasi dari konsep destinasi wisata yang baru bermunculan dan yang telah lama berjalan yaitu Desa Wisata dengan memanfaatkan potensi alam telah banyak tersebar di daerah Solo Raya. Seperti wilayah Klaten terdapat puluhan desa wisata misalnya desa wisata air Ponggok, Polanharjo, Janti, Kemasan,dan lain-lain.  Oleh karenanya materi yang  disajikan nanti dapat membuka wawasan bagi warga dan agar kemudian dapat diimplementasikan konsep desa wisata tersebut.

Sebelumnya PKM ini berisi pemberian materi yang terdiri dari dua sesi, yaitu: sesi pertama diisi oleh Bp Drs. Agus Wahyu Triatmo, M,Ag dan  sesi kedua diisi oleh Sdri Rini Wulandari, M.Sc. Pada sesi pertama, materi yang disampaikan oleh Bp Agus Wahyu berkaitan dengan tema: ”Pengelolaan Sumber Daya Alam oleh Manusia dengan bersandar pada nilai-nilai Al Qur’an”  , beliau menjelaskan bagaimana manusia fitrahnya dalam mengelola alam harus bijak karena diamanatkan sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi maka tidak boleh berbuat kerusakan di muka bumi seperti merusak alam atau lingkungan hidup. Akan ada harmonisasi antara manusia dengan alamnya sebagai tempat tinggal jika alam dijaga dengan baik. Dijelaskan pula pada pemaparan akibat alam dirusak berdampak pada munculnya fenomena bencana yang pada penyajian materinya dilengkapi dengan gambar-gambar pendukung untuk penguatan pada materi.

Sesi kedua, materi yang  disampaikan oleh Sdri Rini Wulandari berkaitan gagasan  munculnya desa wisata di Kwandungan. Analisa umum bahwa kondisi desa yang secara wilayah terletak strategis di persimpangan jalan provinsi yang menghubungkan antara Sragen ke Karanganyar dan yang penting ditonjolkan bahwa desa Kwandungan sekitar 30% lahan desa berada di area kawasan kebun Karet yang berada dalam pengelolaan BUMN PTPN yang bisa dijadikan destinasi wisata kebun karet dan didukung keindahan alam persawahan yang tersusun terasering. Disampaikan pula model-model desa wisata yang  telah dikembangkan di daerah-daerah seperti desa wisata karet di Kabupaten Kendal. Dan juga dijelaskan detil produk atau jasa apa yang bisa dijual seperti produk olahan biji karet, pengelolaan kebun karet, dan lain-lain.

Pada bagian akhir, pak Agus Wahyu memberikan pernyataan bahwa dalam hal ini prodi MD memberikan  rekomendasi bagi Desa Kwandungan khususnya perlu dicanangkan menjadi desa wisata sebagai destinasi wisata yang nanti prodi MD dapat dilibatkan sebagai konsultan dalam pengembangannnya.