Prodi MD selenggarakan KKL online dengan tema Respons Tantangan Kelembagaan Dakwah di Era Pandemi

Sukoharjo 07/04/2021. Prodi MD selenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) secara online via Zoom pada hari Selasa, 7 April tahun 2021. Tujuan KKL mengenalkan lembaga dan mendalami isu-isu lembaga seputar Haji Umrah dan wisata religi. Pemateri untuk KKL online ini adalah Wisnu Wicaksono, S.Pd. sebagai CEO Ahsan Tour dan Bapak Drs. H. Muh. Saidun, M.Ag., sebagai Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Acara KKL online diikuti oleh seluruh Mahasiswa semester 6 Manajemen Dakwah konsentrasi Haji Umrah dan Pariwisata Islam.

Pemateri pertama, Wisnu Wicaksono, S.Pd., sebagai CEO Ahsan Tour dengan materi “Kondisi Peluang dan Tantangan Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19”. Dunia pariwisata sangat terdampak saat covid-19 dimana saat April-Desember tahun 2020 untuk destinasi wisata ditutup dan dihentikan. Kementerian Pariwisata untuk merecovery pariwisata membutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun. Era new normal saat ini pengunjung pariwisata sangat dibatasi hanya sekitar 50%. Lalu penerapan ketat protokol kesehatan (prokes) di lokasi wisata seperti pembiasaan 3 M. Tantangan pelaku wisata saat ini: (1.) Aktivitas bisa dilakukan namun terbatas dan saat pelaksanaan wajib mematuhi protokol kesehatan. (2.) Semua layanan harus mengikuti perubahan sesuai era milenial serta tuntutan pandemi untuk tetap menjaga prokes maka layanan bisnis harus dikelola secara digital agar bisnis wisata tetap berjalan. Selanjutnya, trend pariwisata Islam di Indonesia untuk sektor halal tourism sedang berkembang dan ini bisa menjadikan peluang bisnis.

Pemateri kedua, Drs. H. Muh. Saidun, M.Ag., sebagai Kepala Bidang PHU Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dengan tema materi “Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Masa Pandemi Covid-19” . Di awal materi beliau menjelaskan secara umum alur pendaftaran haji dari awal sampai akhir dan pelayanan haji di tanah suci. Selanjutnya untuk tahun ini pelaksanaan ibadah Haji terdapat 2 skenario rencana Pemerintah:(1.) Haji tetap dilaksanakan dengan dua opsi yaitu opsi normal dan opsi social distancing (maka sebagian jemaah yang berangkat); (2.) Haji dibatalkan atau tidak dilaksanakan karena belum mendapatkan izin dari Pemerintah Arab Saudi. Closing statement dari Drs. H. Muh. Saidun, M.Ag., yaitu tetap dalami ilmu haji umroh semoga dapat istiqomah untuk terus belajar. Pengelolaan Haji Umrah membutuhkan banyak sentuhan dari akademisi mulai dari pembinaan dan manasik sehingga kontribusi atau inovasi pelayanan dari masukan akademisi sangat diharapkan. (Ria)